"Laut Hindia, 26 Desember 2004. Gempa Bumi dan Tsunami menewaskan hingga 150.000 orang di berbagai negara, 80.000 diantaranya terdapat di Indonesia. "
Kata-kata itu dapat dibaca di setiap headline koran-koran maupun berita-berita di tv. Oh, bahkan yang di tv lebih kejam, lebih terlihat betapa hancurnya Aceh. Yang paling gw gak tahan kalau liat ibu-ibu yang anaknya meninggal. Atau siapapun yang ngeliat anggota keluarganya meninggal dibawa ombak. Apa rasanya yah? Mungkin kalo gw yang ngalamin hal itu gw berharap untuk meninggal juga atau seengganya gila, karena gw gak yakin gw bisa kuat ditinggal keluarga dan teman-teman sekaligus pada waktu yang bersamaan.
Sampai sekarang berita-berita itu masih bisa bikin gw nangis. bikin gw marah sama diri gw sendiri karena cuma bisa nangis tapi gak bisa apa-apa. Ok, sumbangan sih bisa, tapi kenapa gw gak bisa ke sana dan ngebantuin mereka. Jawabannya adalah masih sekedar keegoisan diri. bentar lagi uas, dan gak bisa gw tinggalin, gw gak cukup kuat untuk bekerja berhari-hari tanpa tidur dan makan yang cukup, dan gw belom tentu kuat iman ngeliat mayat sebanyak itu.
Tapi coba kalo bencana itu terjadi di Bandung. Mungkin gw kuat... and then i realize how selfish i am and there's nothing i can do about it! (i'm sucks!)
Allahu Akbar (mungkin yang kenal gw heran kenapa gw nyebut kata-kata itu)...
Di tv juga, gw ngeliat sebanyak 3 mesjid berdiri tegak padahal di sekelilingnya rumah-rumah rata dengan tanah. And it really makes me cry....
Sunday, January 02, 2005
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment